Optimisme dalam bisnis

Dalam sebuah kesempatan wawancara pekerjaan, saya sempat ditanya tentang sebuah situasi yang sedikit/banyak ingin digali dari pandangan saya. Pertanyaannya sangat sederhana dan diawali dengan sebuah gambaran bahwa hotel yang akan saya lamar sedang melakukan proses renovasi demi meningkatkan pelayanan mereka kepada calon konsumen. Sang penanya memberikan gambaran bahwa hotel berencana membuat sebuah “fine dining room”. Awalnya saya juga cukup heran, apa benar rencana itu betul betul akan dilaksanakan?

Untuk sebuah kota dimana tempat makan dan tempat jajan bertebaran dimana mana disetiap sudut kota dan menjadi tempat favorit para pelancong, apakah betul akan membuat sebuah “fine dining room”????? saya kira, pertanyaan yang sama pasti akan muncul di benak setiap orang, “Memangnya bakalan laku???????”

Tiba tiba saya tersadar!

Saya kemudian memastikan pada diri saya sendiri, Ya! kenapa tidak?

Apa yang menyadarkan saya adalah karena saya tiba tiba teringat pada suatu cerita tentang 2 orang salesman sepatu yang dikirim oleh perusahaan mereka ke suatu daerah terpencil di Afrika dimana di daerah itu sebegitu primitif nya sampai sampai tidak ada seorang pun yang mengenakan sepatu.

Salesman pertama dikirim untuk kemudian kembali dengan laporan bahwa sia sia apabila perusahaan berencana menjual sepatu disana. Alasannya….persis! karena tidak seorang pun disana yang memakai sepatu. Jangan kan memakai, melihat saja mungkin belum pernah.

Tidak puas dengan laporan salesman pertama, perusahaan sepatu itu pun mengirimkan salesman kedua. Dia pergi dan juga kembali untuk melaporkan. Yang menarik, dia memberikan laporan yang justru benar benar berbeda….!

Dia mengatakan dengan keyakinan penuh bahwa perusahaan akan mendapatkan sukses yang luar biasa jika menjual sepatu disana. Mengapa?????

Dia kemudian menceritakan sama seperti apa yang diceritakan oleh salesman pertama, bahwa disana tidak satupun orang yang memakai sepatu bahkan mungkin melihat saja belum pernah, tetapi dia justru melihat celah dan peluang untuk sukses, justru karena tidak seorang pun yang memakai sepatu. Menurut dia, yang harus dipikirkan adalah bagaimana membuat mereka tertarik terhadap sepatu karena sepatu adalah hal baru. Mungkin saja dengan mengatakan dan menunjukan banyak hal tentang kebaikan dan betapa gagah dan cantiknya jika mereka mengenakan sepatu.

Sikap optimisme memang jarang kita miliki dan temukan dalam setiap inci dalam kehidupan kita, padahal itulah yang membuat hidup kita terasa lebih hidup!

Semoga dapat memberikan manfaat🙂

Comments
One Response to “Optimisme dalam bisnis”
  1. Azura Fican Hazar Fuadillah mengatakan:

    Bener juga pa kita harus selalu optimis dan berpikir positif bahwa semua keyakinan kita bukan hal yang tidak mungkin…
    thanks buat ceritanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: