Jurus bebas

Saya pernah membaca sebuah buku kumpulan artikel-artikel yang pernah ditulis oleh Bapak Kafi Kurnia dimana artikel-artikel ini sudah pernah diterbitkan di sebuah majalah bisnis (kalau saya tidak salah). Saya sangat tertarik dengan salah satu artikel yang terdapat didalam buku itu, judulnya, jika saya tidak salah ingat adalah “Jurus Bebas”.

Di dalam artikel itu diceritakan tentang Bruce Lee dan teknik berkelahinya yang sangat terkenal. Juga diceritakan bagaimana Bruce Lee hampir selalu menang dalam setiap perkelahiannya. Singkat cerita, ternyata kunci keberhasilan dari setiap kemenangan Bruce Lee adalah karena dia menggunakan “jurus bebas”. Yang lebih menarik, menurut penulis, jurus bebas itu ternyata dapat diterapkan juga dalam dunia bisnis – termasuk bisnis makanan dan minuman.

Bagaimana mungkin dengan jurus bebas kita bisa memenangkan perkelahian (baca: persaingan) dalam bisnis? Pertanyaan itu juga muncul dalam pikiran saya ketika saya baru membacanya diawal paragraf, tetapi kemudian setelah saya baca sampai akhir dan pikirkan lebih dalam, ternyata hal itu memang ada benarnya.

Begini penjelasannya, jika ada dua orang berkelahi, yang satu membawa senjata – katakanlah sebuah pedang,  sedangkan lawannya bertarung tanpa membawa senjata alias bertarung gaya bebas, maka dapat dipastikan orang yang tidak membawa senjata akan lebih memiliki kesempatan besar untuk memenangkan pertarungan. Mengapa demikian?

Orang yang berkelahi dengan membawa senjata akan sangat memfokuskan gerakan dan energinya kepada senjata yang dibawanya. Gerakannya tidak lagi luwes, sedangkan orang yang bertarung dengan gaya bebas dapat bergerak sangat bebas dan luwes karena dia akan menggunakan segenap kemampuan dirinya dengan apa yang dia miliki. Dia bisa memukul, menendang, mendorong lawan dengan tubuhnya, menyundul dengan kepalanya, dan jika memang sudah terdesak….dia bisa melarikan diri.

Bagaimana analoginya dalam bisnis?

Banyak perusahaan menyalahkan keadaan pada senjata yang tidak mereka miliki, karena budget promosi yang kecil, mereka mengeluh bahwa penjualan mereka tidak akan dapat mencapai target yang diinginkan. Padahal kita dapat bertarung dengan gaya bebas, kita dapat memanfaatkan kekuatan yang kita punyai sendiri, staff kita misalnya, mereka adalah ujung tombak yang sangat efektif sebagai alat promosi atau dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, ada banyak media yang bisa kita gunakan, sebut saja facebook atau blog yang hampir tidak memerlukan biaya.

Satu hal lain yang dipesankan Bruce Lee, adalah “jadilah air”, air bisa menjadi vase jika ditempatkan didalam vase tapi ia juga bisa menjadi gelas jika ia ditempatkan di dalam gelas. Gaya bebas adalah murni menjadi cair karena jika kita cair maka kita akan dapat menjadi apa saja sesuai kondisi dan keadaan di sekitar kita, apalagi dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: